Ulah Manusia, Hewan-hewan Ini Diprediksi Punah 50 Tahun Lagi

"Kebanyakan manusia menghancurkan habitat serta membunuh spesies demi mengejar keuntungan finansial"
Badak Hitam Tanzania, salah satu hewan yang dipredksi akan punah 50 tahun mendatang. (wikipedia)

KLIKPOSITIF -- Dalam sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan, Bumi sedang mengalami kepunahan massal yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kebanyakan manusia menghancurkan habitat serta membunuh spesies demi mengejar keuntungan finansial.

Dalam penelitian terbaru, para peneliti asal Denmark menyimpulkan bahwa begitu banyak spesies mamalia akan punah dalam 50 tahun ke depan. Hal itu mengakibatkan keragaman evolusi planet ini tidak akan pulih setidaknya selama tiga juta tahun.

Ilmuwan mengatakan bahwa Bumi kemungkinan sudah memasuki kepunahan massal keenam, era dimana lingkungan planet berubah begitu banyak sehingga sebagian spesies hewan akan mati. Lima kali kepunahan massal pernah terjadi selama 450 juta tahun terakhir, bencana alam menjadi penyebabnya. Tapi sekarang, aktivitas manusia membunuh spesies mamalia.

International Union for the Conservation of Nature (IUCN) memperkirakan 99.9 persen spesies yang masuk kategori kritis terancam punah dan 67 persen spesies terancam punah akan hilang dalam 100 tahun mendatang. Dalam sebuah penelitian di dalam jurnal PNAS, para ilmuwan Universitas Aarhus di Denmark menghitung seberapa cepat kepunahan terjadi.

Mereka juga menghitung berapa lama waktu evolusi yang dibutuhkan untuk membawa kembali keanekaragaman hayati agar normal kembali. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa dalam skenario terbaik, alam akan membutuhkan 3-5 juta tahun untuk kembali ke tingkat keanekaragaman hayati yang lengkap.

Bumi juga akan memiliki kerajaan hewan seperti sedia kala sebelum manusia modern berevolusi dan itu membutuhkan waktu 5-7 juta tahun. Para peneliti menggabungkan data dan informasi tentang kepunahan yang diperkirakan akan datang dalam 50 tahun ke depan.

Mereka juga menggunakan simulasi evolusi yang canggih untuk memprediksi berapa lama waktu yang diperlukan untuk pulih. Matt Davis, seorang palaentolog di Universitas Aarhus dan juga pemimpin penelitian menyatakan bahwa ... Baca halaman selanjutnya