Tak Ada RS di Sumbar yang Kontraknya Dihentikan BPJS Kesehatan

"Akreditasi sesuai regulasi adalah syarat wajib."
BPJS Kesehatan. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat Merry Yuliesday mengatakan belum ada rumah sakit di Sumbar yang kontraknya dihentikan BPJS Kesehatan.

"Sampai saat ini tak ada yang dihentikan," ujar Merry kepada KLIKPOSITIF.com, Sabtu, 5 Januari 2018.

Seperti diberitakan, BPJS Kesehatan hentikan kerjasama dengan beberapa rumah sakit. Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'ruf, dalam rilisnya, mengatakan hal tersebut terkait dengan akreditasi rumah sakit yang bersangkutan.

"Akreditasi sesuai regulasi adalah syarat wajib. Diharapkan rumah sakit dapat memenuhi syarat tersebut. Sesuai dengan Perpres 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan di pasal 67 untuk fasilitas kesehatan swasta yang memenuhi persyaratan dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, dan ketentuan persyaratan diatur dalam Peraturan Menteri," jelas Iqbal.

Untuk menetapkan akreditasi rumah sakit, BPJS Kesehatan melakukan seleksi dan kredensialing melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dan/atau Asosiasi Fasilitas Kesehatan.

"Fasilitas kesehatan swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib memperbaharui kontraknya setiap tahun. Namun pada dasarnya kontrak sifatnya sukarela. Hakekat dari kontrak adalah semangat mutual benefit," kata Iqbal.

Dalam rilis tersebut, pihak BPJS mengatakan proses aktreditasi mempertimbangkan pendapat Dinas Kesehatan setempat dan memastikan bahwa pemutusan kontrak tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat dengan melalui pemetaan analisis kebutuhan faskes di suatu daerah.

"Dengan demikian rumah sakit yang dikontrak BPJS Kesehatan harus sudah terakreditasi untuk menjamin pelayanan kesehatan yang bermutu untuk masyarakat, kecuali ada ketentuan lain," ujar Iqbal.