Ini Ciri Orang Rentan Kanker Nasofaring, Penyakit yang Diderita Ustaz Arifin Ilham

Para pedagang di Skybridge, Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat mulai membuka lapaknya.
Para pedagang di Skybridge, Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat mulai membuka lapaknya. (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Setelah cukup lama berjuang melawan kanker nasofaring dan getah bening, Ustaz Arifin Ilham dikabarkan meninggal dunia kemarin malam, Rabu (22/5/2019), pukul 23.40 waktu Malaysia.

Kabar duka Ustaz Arifin Ilham meninggal disampaikan oleh anak sulungnya, Muhammad Alvin Faiz, melalui akun Instagramnya.

"Innalillahiwainnailaihirojiun Telah wafat Abi kami tercinta Abi @kh_m_arifin_ilham. Semoga Allah terima amal ibadahnya, diampuni semua dosanya, dimasukkan ke surganya Allah SWT. Aamiin," tulis Alvin.

Baca Juga

Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia ketika menjalani pengobatan penyakit kankernya di Rumah Sakit Gleneagles Malaysia.

Sebelum meninggal dunia, Alvin beberapa kali mengabarkan kondisi ayahnya melalui Instagram.

Sejak Selasa (21/5/2019), Alvin sudah mengabarkan bahwa Ustaz Arifin Ilham dalam keadaan kritis di ruang ICU. Esok harinya, Rabu (22/5/2019) dokter menyatakan Ustaz Arifin Ilham telah melalui masa kritisnya.

Tak lama dari kondisinya membaik, Ustaz Arifin Ilham mendadak kritis lagi semalam sampai akhirnya meninggal dunia.

Perlu diketahui kanker nasofaring ini terletak di belakang hidung dan bagian atas tenggorokan. Melansir dari mayoclinic.com, kanker nasofaring termasuk jenis penyakit yang sulit dideteksi sejak dini.

Pemindaian kanker nasofaring ini perlu melibatkan ahli medis agar dilakukan sejumlah pemeriksaan khusus jika sudah muncul gejala-gejala awal yang sukar dikenali.

Meski begitu, para peneliti juga telah mengidentifikasi ada beberapa orang yang lebih berisiko menderita kanker nasofaring, dilansir dari mayoclinic.com dan cancer.org.

1. Jenis kelamin

Kanker nasofaring ini lebih rentan menyerang laki-laki daripada perempuan.

2. Usia

Sebagian besar kasus kanker nasofaring banyak menyerang orang dewasa dengan rentang usia 30-50 tahun.

3. Ras

Peneliti menemukan orang Asia justru lebih berisiko tinggi menderita kanker nasofaring. Namun, risiko ini bisa menurun seiring berjalannya waktu jika berpindah ke wilayah yang berisiko kecil kanker nasofaring.

4. Perokok dan peminum

Seseorang yang aktif merokok maupun sering mengonsumsi alkohol justru meningkatkan risikonya terkena kanker nasofaring.

5. Tempat kerja

Tempat kerja tertentu juga bisa meningkatkan risiko kanker nasofaring, terutama yang terpapar debu dan polusi. Contohnya, orang-orang yang bekerja di perusahaan kayu, jalanan ,dan lainnya.

Seseorang bisa lebih tinggi menderita kanker nasofaring jika memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit ini atau jenis kanker lain.

Selain itu, mereka yang sudah berisiko dan senang mengonsumsi ikan, terlebih ikan asin, justru lebih meningkatkan faktor risikonya. (*)

Baca Juga
Video

4 Harapan Lawan Corona

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Eko Fajri