Anda Sering Melihat Lansia Tidak Merasa Haus Meski Puasa? Ini Penjelasannya

ilustrasi lansia
ilustrasi lansia (net)

KLIKPOSITIF -- Adakah di sekitar Anda melihat orang tua yang sudah lanjut usia tapi tidak merasa haus alias seperti berpuasa? Ternyata hal itu terjadi karena mereka tidak lagi membutuhkan cairan sebanyak usia yang masih produktif. Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut penjelasannya.

Menurut penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Gerontology mengungkapkan bahwa rasa haus pada orangtua tidak bisa menjadi 'panduan' yang baik untuk melihat atau mengukur kebutuhan minum kakek atau nenek Anda.

baca juga: Menurut Ahli, Ini Cara Tepat untuk Meredakan Stress

Meskipun hal yang sama berlaku pada kita yang masih muda. Namun, para orangtua tidak merasa haus meskipun tubuh mereka kekurangan cairan. Sensasi rasa haus semakin berkurang seiring bertambahnya usia mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh University of East Anglia di Norwich, Inggris, seperti yang dilansir Hello Sehat dari Health Central menemukan bahwa hal ini berkaitan dengan fungsi ginjal. Ginjal berfungsi memantau dan mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh serta memastikan bahwa jaringan tubuh menerima air yang cukup agar dapat bekerja dengan baik.

baca juga: Empat Metode Klasik Penurunan Berat Badan yang Efektif

Ginjal bereaksi terhadap perubahan level air dalam tubuh sepanjang hari. Hal ini karena ginjal adalah kunci dalam pemecahan kimia urin. Ketika asupan air dalam tubuh berkurang, fungsi ginjal ini akan menyesuaikan diri dengan berinisiatif menyimpan air yang tersisa dalam tubuh, bukan membuangnya.

Namun, fungsi ginjal para orangtua untuk menyeimbangkan air perlahan berkurang seiring bertambahnya usia. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Gary Egan, seorang profesor ahli pencitraan neuro di University of Melbourne menemukan bahwa hal ini disebabkan karena lemahnya sinyal tubuh kakek dan nenek Anda untuk merasakan haus meskipun kekurangan cairan.

baca juga: Anda Suka Kulit Ayam? Ini Penyakit yang Mengintai

Seiringnya bertambahnya usia, otot perut para orangtua ini semakin lemah. Jadi, meskipun mereka hanya minum atau makan sedikit makanan, perut mereka mengembang lebih besar tidak berbanding lurus dengan asupan makanan atau minuman yang mereka masukkan ke dalam mulut. Hal ini menyebabkan mereka terkadang tidak merasa haus, dan lapar karena merasa masih kenyang.

Penelitian ini yang telah dipublikasikan di Journal Proceedings of the National Academy of Sciences ini juga menemukan bahwa sinyal tenggorokan para orangtua ini kurang sensitif semakin bertambahnya usia untuk merasakan haus, sehingga mereka tidak merasa haus lagi.

baca juga: Rusia Siap Luncurkan Obat Virus Corona Pekan Depan

Jadi jika Anda merawat orang tercinta Anda yang sudah lanjut usia, pastikan Anda memerhatikan minumnya. Jangan biarkan ia minum jika hanya ingat ia belum minum air putih hari ini. Kebutuhan asupan cairan tentu berbeda dengan Anda yang masih muda. Jangan pernah memaksa mereka untuk minum delapan gelas per hari.

Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh University of Wisconsin-Madis seperti yang dilansir dari WebMD minum delapan gelas per hari untuk orang tua justru berbahaya. Jika saat masih muda tubuh kita kira-kira mengandung 70 persen air, para orangtua ini tubuhnya hanya mengandung 55 persen air.
Air di dalam tubuh kita berkurang semakin bertambahnya usia, hal ini menjelaskan kenapa kebutuhan cairan bisa berbeda-beda. Menurut The Association of UK Dietitians kebutuhan asupan cairan untuk para orangtua ini adalah 2.000 ml untuk laki-laki, dan 1.600 ml untuk perempun.

Anda bisa membuat jadwal minum para orangtua dan membaginya ke dalam beberapa gelas untuk diminum dalam sehari. Untuk memudahkan Anda, tempel jadwal minum di tempat yang paling sering Anda lewati misalnya kulkas.

Beri tanda sudah berapa gelas yang sudah mereka minum Anda minum. Hal ini sangat bermanfaat untuk menghindari dehidrasi untuk lansia yang tidak lagi menyadari kebutuhan tubuh mereka. (*)

sumber: HiMedik

Penulis: Agusmanto