Guru Besar Unand Prof. Eva Decroli: Diabetes Mulai Menyerang Usia Muda

Prof. Dr. dr. Eva Decroli, Sp.PD-KEMD usai pengukuhan menjadi guru besar tetap dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unand
Prof. Dr. dr. Eva Decroli, Sp.PD-KEMD usai pengukuhan menjadi guru besar tetap dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unand (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Prof. Dr. dr. Eva Decroli, Sp.PD-KEMD menyampaikan, beberapa tahun terakhir diabetes meletus tipe 2 (DMT2) atau yang lebih dikenal dengan penyakit gula (kencing manis) mulai menyerang usia muda 20 hingga 30 tahun.

Hal itu dikatakan usai orasi ilmiah "Optimalisasi Upaya Preventif dan Promotif Menghadap Ancaman Diebetes Meletus Tipe 2 di Indonesia pada Era Revolusi Industri 4.0" pengangukuhannya sebagai guru besar tetap dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unand , Senin, 11 November di Convention Hall Unand .

baca juga: Kisah Dosen Unand Negatif COVID-19 Meski Kontak Erat dengan Pasien Positif

"Baisa yang kena diabetes usia 30-40 tahun, namun sekarang mulai bergeser usia 20-30 sudah menderita penyakit meningkatnya kadar gula darah secara berlebihan ini," ujarnya.

Dijelaskan Eva, ada beberapa hal yang mendasar perlu melawan diabetes pertama, penderita diabetes tiap tahun selalu meningkat. Pada 2007 angka penderita di Indonesia 5,7 persen dan sekarang sudah mencapai 10,7 persen. Data WHO (World Health Organization) juga menunjukkan peningkatan 156000 naik menjadi 300.000.

baca juga: Marwandi, Pendiri Mapala Unand Meninggal Dunia

"Dalam sepuluh tahun naik dua kali lipat. Ini ancaman, bagaimana anak usia muda seperti baru tamat kuliah sudah kena diabetes, kemudian pada masa produktif ini mereka harus cek kesehatan untuk kenaikan pangkat dan ternyata dia diabetes. Penyakit ini bisa mengurangi kualitas hidup untuk itu harus dilawan," katanya.

Kemudian dari sisi dampak yang ditimbul diabetes mulai dari gagal ginjal, kebutaan, serangan jantung. Selain itu berdampak ekonomi kepada biaya pengobatan yang besar. Mereka yang cuci darah, jantung dan rehabilitasi memakan biaya besar yang dibersihkan diabetesnya.

baca juga: Petugas Kontrol Tower Meninggal Usai Jatuh dari Tower Lantai 6 Gedung Perpustakaan Unand

"Padahal mereka yang prediabetes bisa diselamatkan. Sama halnya dengan menyelamatkan generasi bangsa, apalagi kita Indonesia menuju Indonesia emas," ungkap Eva.

Dilanjutkannya, diabetes tipe 2 dapat dipicu oleh kondisi dan pola hidup pasien. Ada beberapa kondisi yang berisiko menimbulkan diabetes tipe 2 diantaranya prediabetes, gangguan jantung dan pembuluh darah, hipertensi, trigliserida tinggi, obesitas, kurang berolahraga, merokok, sering stres dan kurang istirahat.

baca juga: Anaknya Masuk Daftar Wisuda Daring Unand, Gubernur Sumbar Pindahkan Tali Toga di Rumah

"Cara mencegah bisa memberikan penyuluhan pola hidup sehat kepada perseorangan, kelompok masyarakat dan keluarga. Memulai dengan pola hidup sehat seperti olahraga 150 menit seminggu, memilih makan sehat, mengurangi karbohidrat dan banyak mengkonsumsi buah," tukasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir