Banyak Makanan Manis Selama Lebaran, Ini Kiat Tetap Sehat

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Konsumsi makanan manis selama lebaran dalam jumlah besar bisa memberikan kalori ekstra pada tubuh. Makanan manis juga akan meningkatkan kadar glukosa darah. Jika ini terjadi, kesehatan dan berat badan Anda akan menerima efek buruknya.

Bisa jadi Anda tidak memiliki waktu untuk membakarnya. Kondisi ini akan membuat kesehatan tubuh makin terganggu. Dilansir Livestrong, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menetralisir efek makanan manis saat lebaran . Berikut di antaranya:

Sarapan

baca juga: Sekolah Daring Berpotensi Bikin Mata Anak Minus, Ayo Deteksi

Waktu antara makan malam dan sarapan biasanya adalah masa terlama tubuh tidak mendapat asupan makanan. Menurut Dr. Eric Rimm, profesor epidemiologi dan nutrisi di Harvard School of Public Health, gula darah tubu sedikit meningkat setelah sarapan. Namun diperlukan waktu lebih lama untuk menyerap gula sehingga Anda akan kenyang lebih lama.

Tanpa sarapan, Anda akan memproduksi hormon pembuat lapar lebih banyak. Hal ini akan membuat peningkatan tajam pada kadar gula darah pada waktu makan Anda selanjutnya.Jika hal ini terus menerus terjadi, bisa berkontribusi menyebabkan diabetes. Hindari sarapan manis, dan pilihlah telur atau sereal dari gandum utuh.

baca juga: 3 Perantau yang Pulang ke Pariaman Positif COVID-19, Penutupan Posko Utama Satgas Batal

Asupan Serat

Ada dua tipe serat yang ditemukan dalam makanan: yang bisa diserap dan tak bisa diserap. Serat tidak akan meningkatkan gula darah, dan serat yang bisa diserap justru malah akan menurunkan kadar gula darah. Serat yang bisa diserap ditemukan dalam gandum utuh, dan sayuran. Anda harus mendapatkan 20-35 gram serat dalam sehari. Tingkatkan asupan serat dengan lebih banyak makan sayur dan oatmeal.

baca juga: Besok, Proses Belajar Tatap Muka di Pariaman Dimulai

Krom dan Asam Alpha Lipoic

Beberapa nutrisi bisa menjaga kadar gula darah. Asam alpha lipoic membantu mengubah glukosa jadi energi, dan menurunkan kadar gula darah, menurut University of Maryland Medical Center. Asam alpha lipoic bisa ditemukan dalam ragi, bayam, brokoli, dan kentang. Krom mempengaruhi bagaimana insulin meregulasi kadar gula darah. Krom bisa didapatkan dari ragi, jamur, kacang kering, asparagus, dan biji-bijian.

baca juga: Konsumsi Garam Ternyata Pengaruhi Kualitas Hubungan Seksual

Editor: Ramadhani