Imunitas Bisa Dipengaruhi oleh Depresi

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Kekebalan tubuh atau imunitas ternyata bisa dipengaruhi oleh depresi. Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian dari Universitas Cambridge.

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau lebih yang memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati (mood) dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari. Ilmuwan juga telah menyatakan bahwa, depresi adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh rusaknya sistem kekebalan tubuh, serta dapat diobati dengan menggunakan obat anti-narkoba. Oleh karena itu, perawatan depresi fokus pada pemulihan saraf serotonin dan bahan kimia penguat mood lainnya di otak.Dilansir dari Boldsky.com dalam riset itu mereka menemukan, sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif memicu peradangan di seluruh tubuh, memicu perasaan putus asa, tidak bahagia dan kelelahan. Ini mungkin merupakan gejala dari sistem kekebalan tubuh yang gagal dihentikan setelah trauma atau sakit, dan serupa dengan mood rendah yang sering dialami orang saat mereka melawan virus, seperti flu.

baca juga: Sekolah Daring Berpotensi Bikin Mata Anak Minus, Ayo Deteksi

"Dengan mengobati peradangan pada tubuh, hal itu tampaknya memang dapat mengurangi depresi yang dialami oleh seseorang," kata periset yang merupakan profesor di Universitas Cambridge, Ed Bullmore.

Sistem kekebalan tubuh memicu respons inflamasi saat merasa berada di bawah ancaman, yang memicu perubahan yang besar pada tubuh seperti peningkatan sel darah merah. "Sehubungan dengan suasana hati, dengan pasti kami sampaikan bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara peradangan dan gejala depresi," Bullmore seperti dikutip The Telegraph.

baca juga: 3 Perantau yang Pulang ke Pariaman Positif COVID-19, Penutupan Posko Utama Satgas Batal

Karena itu, para ilmuwan di Cambridge dan Wellcome Trust berharap dapat memulai percobaan baru tahun depan untuk menguji apakah obat anti-inflamasi dapat mennghilangkan depresi.

Editor: Ramadhani