Haid Anda Tak Teratur, Mungkin Ini Penyebabnya

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Haid atau datang bulan berlangsung dalam siklus yang hampir sama setiap bulannya, yaitu antara 21-35 hari. Namun faktanya, ada perempuan yang mengalami haid lebih cepat atau lebih lambat daripada siklus tersebut.

Akibatnya, mereka mengalami haid tidak teratur. Banyak perempuan mengabaikan haid tidak teratur. Padahal, kondisi ini bisa berdampak pada banyak hal, misalnya menyebabkan masalah kesuburan, hingga masalah kesehatan .

Dilansir dari NHS berikut ini beberapa kemungkinan penyebab haid tidak teratur yang perlu diketahui:

baca juga: Duduk dalam Durasi Lama Membuat Punggung Sakit, Perhatikan Hal Ini

Penggunaan alat kontrasepsi

Beberapa alat kontrasepsi, terutama yang mengandung hormon, cenderung mengganggu kestabilan hormon reproduksi dalam tubuh. Beberapa jenis pil KB, misalnya, diketahui dapat menyebabkan bercak antar periode haid dan membuat haid menjadi lebih sedikit dan berlangsung singkat.

baca juga: Kalangan Ini yang Akan Menjadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia

Sedangkan IUD bisa menyebabkan perdarahan hebat saat haid dan membuat haid lebih lama.

Menyusui

baca juga: Ingin Penuhi Energi Harian, Ini Menu yang Patut Dicoba

Hormon prolaktin yang bertanggung jawab dalam produksi ASI bisa membuat Anda tidak haid atau mengalami haid yang sangat ringan dan sebentar. Tapi, efek hormon prolaktin ini cuma sementara, kok. Haid akan segera kembali normal setelah Anda berhenti menyusui.

Stres

baca juga: Operasi Yustisi di Padang Tindak 52 Orang yang Kedapatan Langgar Perwako Pola Hidup Baru

Kadar hormon kortisol di dalam tubuh meningkat saat stres, yang secara tidak langsung akan memengaruhi produksi hormon reproduksi yang mengatur siklus haid. Akibatnya, proses pelepasan sel telur (ovulasi) jadi tidak normal yang berujung pada terganggunya siklus haid.

Perimenopause

Ini adalah fase transisi sebelum seorang perempuan memasuki masa menopause. Perimenopause biasanya dimulai pada usia 40-an, meski bisa saja terjadi lebih awal, dan dimulai dengan perubahan pada siklus haid. Tingkat estrogen yang berfluktuasi selama waktu ini dapat menyebabkan siklus haid menjadi lebih lama atau lebih pendek.

Masalah tiroid

Tiroid yang kurang aktif dapat menyebabkan periode haid menjadi lebih lama dan lebih berat. Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa 44 persen wanita peserta studi yang mengalami ketidakteraturan haid ternyata juga memiliki kelainan tiroid.

Hipotiroid, atau tiroid yang kurang aktif, dapat menyebabkan periode haid menjadi lebih lama, lebih berat, dan peningkatan PMS. Sedangkan hipertiroid atau tingginya tingkat hormon tiroid, dapat menyebabkan periode haid menjadi lebih pendek dan ringan.

Editor: Ramadhani