Orangtua Kenali Keterlambatan Perkembangan Gerak Anak, Wajib Lakukan Ini

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Perkembangan setiap anak berbeda-beda antar satu sama lainnya. Para orangtua perlu intens untuk memantau perkembangan, sekaligus kemampuan fisik anak selama fase masa pertumbuhan .

Jika mengalami kejanggalan, orangtua wajib segera melakukan konsultasi kepada dokter. Sebab, keterlambatan perkembangan bisa disebabkan oleh berbagai faktor termasuk faktor keturunan, masalah yang dihadapi sang ibu selama periode kehamilan, dan kelahiran prematur.

baca juga: Diberi Nama Seperti Nama Perusahaan, Bayi Dapat Internet Gratis 18 Tahun

Ini penting karena intervensi dini bisa membantu mencegah kondisi tersebut dari potensi menjadi semakin parah, serta perlahan-lahan memotivasi kemajuan anak , baik secara medis maupun sosial, yang dianggap cocok untuk setiap jenis keterlambatan perkembangan pada anak .

"Jadi memang ada konsep dasar, bicara pertumbuhan tidak bisa jauh dari perkembangan anak . Setiap anak miliki kecepatan berbeda, tapi arahnya sama.tidak bisa membedakan anak . Karena setiap anak punya irama tersendiri," ujar Konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial, Dr Catharine Mayung Sambo, Sp.A(K) kepada Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com, Senin (21/09/2020).

baca juga: Secara Alami, 4 Zodiak Ini Pandai Mengasuh dan Suka Anak-anak

Namun, terkadang permasalahannya bukan di upaya perawatan dan pemulihan sang anak melainkan banyak kesulitan orangtua dalam mendeteksi adanya keterlambatan perkembangan pada si buah hati.

Sehingga kesulitan ini membuat mereka tidak cepat dalam menanggapi masalah yang dihadapi anak .

baca juga: Di Rumah Aja Bikin Anak Rawan Obesitas, Ini Cara Mencegahnya

Alhasil, respon telat mereka justru akan membahayakan kesehatan fisik dan mental anak lantaran bisa saja sudah menjadi lebih parah.

Jadi jika sudah tejadi Reflex (tanda-tanda) ini perlu diwasapadai seperti saat leher anak di usia 4 bulan masih belum kokoh itu perlu konsultasi ke dokter.

baca juga: Terekam CCTV Bocah Diculik saat Main di Teras Rumah, Dimasukkan Karung

Lalu, di usia 9 bulan belum bisa duduk, kemudian di usia 18 bulan belum bisa berjalan, itu kemungkinan ada gangguan.

"Jangan sampai menunggu sampai reflex itu, nah cara paling mudaah itu melihat di buku KIA. Dilihat, dan dibaca-baca. Dan, saya pastikan keterlambatan perkembangan anak itu didasari ada sekitar 10-15 persen ada penyebabnya," jelasnya.

Dr Mayung meminta kepada orangtua untuk lebih mengetahui keterampilan motorik halus anak yang merupakan gerakan kecil, seperti memegang mainan atau menggunakan krayon.

Sedangkan keterampilan motorik kasar merupakan gerakan besar seperti melompat, memanjat tangga, atau melempar bola.

Sementara, proses pembelajaran bahasa dimulai ketika bayi memberitahu bahwa ia lapar dengan cara menangis. Di usia 6 bulan, kebanyakan bayi sudah mulai bisa mengenali suara bahasa-bahasa dasar.

Di usia 12 hingga 15 bulan, bayi sudah harus bisa mengatakan beberapa kata sederhana, bahkan jika pelafalannya masih tidak jelas.

"Kalau tidak on track orangtua perlu deteksi dengan memantau perkembangan anak . Atau jangan ada orangtua yang memiliki pemikiran seperti ini 'ah nanti juga bisa' tapi harus segera konsultasi ke dokter jika sudah ada tanda-tanda keterlambatan perkembangan anak ," tuturnya.

Editor: Eko Fajri