Peneliti Jepang: Tes Swab Tidak Diperlukan Lagi, Ini Alasannya

Alat tes Covid-19 menggunakan sampel air liur
Alat tes Covid-19 menggunakan sampel air liur (VOA Indonesia)

KLIKPOSITIF - Para peneliti Jepang mengatakan bahwa tes Covid-19 menggunakan sampel air liur (saliva) sama andalnya dengan tes usap hidung atau swab test.

Menurut mereka, dilansir CBS News, dibandingkan tes menggunakan air liur, tes usap hidung lebih rumit dan membuat orang-orang tidak nyaman.

baca juga: Tim Gabungan Yustisi Pessel Sasar Objek Wisata, 43 Orang Pengunjung dan Masyarakat Disanksi Lakukan Hal Ini

Untuk membuktikannya, peneliti menguji 1.924 orang yang tidak menunjukkan gejala virus corona menggunakan sampel air liur dan tes swab minggu ini di bandara Haneda Tokyo dan bandara Internasional Kansai di Osaka.

Peneliti menyimpulkan pengujian menggunakan air liur memiliki keakuratan sekitar 90 persen dalam mengidentifikasi kasus positif, dengan hampir tidak ada kasus palsu.

baca juga: Dulu Lokasi Pertama Penyebaran Covid-19, Kini Wuhan Jadi Incaran Turis

Kedua tes tersebut juga dapat mengidentifikasi hasil negatif di hampir semua kasus.

"Sekarang jelas dari data kami bahwa sensivitas dan spesifitas (keduanya) sama," ujar pemimpin studi Takanori Teshima dari Universitas Hokkaido, Jepang.

baca juga: Pemerintah Tak Naikkan UMP 2021, Gubernur Jateng Malah Naikkan Hingga 3,27 Persen

Ini adalah salah satu studi terbesar yang secara langsung membandingkan kualitas tes air liur dan tes usap hidung.

Tidak seperti tes swab yang membutuhkan petugas medis terlatih, tes air liur diklaim sangat mudah dengan hanya meludah di sebuah cangkir kecil.

baca juga: Terus Lawan COVID-19, Bupati Lima Puluh Kota Semprotan Disinfektan di Hari Libur

"Pengujian air liur juga memiliki keuntungan logistik yang signifikan dibandingkan pengujian usap nasofaring (tes swab) yang umum digunakan," sambungnya.

Mesin Mesin RT-LAMP yang digunakan untuk uji saliva berukuran sedang, tidak membutuhkan pelatihan khusus untuk mengoperasikannya, dan dapat memberikan hasil dalam 30 menit, tutur Teshima.

Editor: Eko Fajri