Anaknya Lahir Prematur, Adly: Padahal Uang untuk Persiapan Persalinan Belum Cukup, Untung Ada JKN-KIS

Salah satu penerima manfaat JKN-KIS di Bukittinggi, Adly Fathony (32 tahun)
Salah satu penerima manfaat JKN-KIS di Bukittinggi, Adly Fathony (32 tahun) (Ist)

BUKITINGGI, KLKPOSITIF - Manfaat tak terkira dirasakan Adly Fathony (Wiraswasta, 32 tahun), sejak jadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hal itu dirasakannya saat istrinya akan melahirkan anak pertamanya pada Juli 2020 lalu.

Adly mengungkapkan, saat itu itu istrinya mengalami pecah ketuban dini, yakni dimana kondisi air ketuban pecah lebih cepat dari perkiraan waktu melahirkan. Kejadian itu mengharuskan istrinya mendapatkan penanganan dan pengobatan di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi.

baca juga: APEKSI Dukung Pemerintah Wajibkan Pekerja Rentan, Pegawai Non ASN Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

"Waktu itu saya merasa kaget dan panik, karena kejadian ini sangat tidak terduga karena pecah ketuban terjadi saat usia kehamilan baru 8 bulan. Kami memang telah menyiapkan biaya untuk persalinan anak kami, namun perkiraan kami lahirnya tidak prematur sehingga biaya belum terkumpul maksimal," katanya.

Waktu itu, lanjutnya, istrinya harus mendapatkan penanganan di rumah sakit selama 4 hari. Kemudian pada hari kelima, ia pulang dengan rencana ingin melakukan perawatan di rumah saja, namun ternyata pada hari keenam, istrinya harus ke rumah sakit lagi karena sudah harus melahirkan.

baca juga: Pasca Inpres Diteken Presiden, 34 Ribu Pendamping Desa Terdaftar Program Jamsostek

"Alhamduillah istri saya melahirkan anak saya dengan normal dan dalam kondisi selamat. Saya tidak perlu cemas memikirkan biaya pengobatan dan perawatan istri saya, jadi saya bisa fokus pada kesehatan istri dan anak saya saja," katanya.

Menurutnya, biaya yang dikeluarkan jika ia tak menjadi peserta JKN-KIS menurutnya tidaklah sedikit. Belum lagi dengan adanya kejadian istrinya pecah ketuban dini dan anaknya lahir prematur, tentunya itu butuh biaya perawatan dan harus mendapatkan obat-obatan yang tidak sedikit dengan perkiraan harga yang cukup mahal.

baca juga: Jamin Kesejahteraan Seluruh Pekerja, Presiden Teken Inpres Perintahkan Seluruh Elemen Pemerintahan Dukung BPJAMSOSTEK

"Saya rasa uang yang telah saya persiapkan pun tidak akan cukup dalam penanganan pengobatan istri saya saat akan melahirkan. Nah, ini saya malah tak keluar uang sepersen pun, kecuali membeli barang kebutuhan pribadi istri saya saat di rumah sakit," katanya.

Adly merasa beruntung menjadi peserta JKN-KIS. Ia tak perlu merasa cemas lagi masalah biaya jikalau dirinya atau istrinya harus berobat ke rumah sakit.(*)

baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Serahkan Santunan dengan Total Ratusan Juta Rupiah

Editor: Khadijah