Tingkatkan Pelayanan pada Peserta, BPJS Kesehatan Bukittinggi Evaluasi Layanan Pengaduan dan Pemberian Informasi

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Yessy Rahimi
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Yessy Rahimi (Ist)

KLIKPOSITIF - Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada peserta, BPJS Kesehatan melalui sistem Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang tersedia di Rumah Sakit provider BPJS Kesehatan sebagai kanal kanal untuk mewadahi keluhan maupun layanan informasi Jaminan Kesehatan Nasional -- Kartu Indonesia Sehat (JKN -- KIS). BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi mengadakan Monev sekaligus sosialisasi Registrasi Ulang (GILANG) kepada petugas PIPP Rumah Sakit.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi Yessy Rahimi mengatakan bahwa pihaknya masih menemukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) peserta JKN-KIS yang terintegrasi dengan data Kependudukan dan pencatatan Sipil (Dukcapil). Oleh karena itu per tanggal 1 November 2020, dengan didukung oleh pemangku kepentingan lainnya, akan dilakukan cleansing data, untuk data bermasalah karena tidak dilengkapi NIK pada segmen non Penerima Bantuan Iuran (PBI -- JK) untuk sementara status kepesertaannya dinonaktifkan sementara.

baca juga: APEKSI Dukung Pemerintah Wajibkan Pekerja Rentan, Pegawai Non ASN Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

i data bermasalah ini tidak akan menghalangi peserta untuk mendapatkan hak jaminan kesehatan, oleh karena itu diperlukan koordinasi antar fasilitas kesehatan terutama petugas PIPP untuk memastikan pemberian pelayanan program JKN -- KIS tetap diberikan kepada peserta. Selain itu kita juga mengharapkan masukan dan persamaan persepsi dengan petugas PIPP terkait keluhan maupun layanan informasi yang selama ini terjadi di lapangan," ujar Yessy Rahimi melalui rilis yang diterima KLIKPOSITIF .

Lebih lanjut Yessy menambahkan bahwa perlu upaya tersendiri untuk mengupdate data melalui kanal online yang telah disediakan oleh BPJS Kesehatan. Dimana setiap peserta JKN -- KIS berhak mendapatkan kartu identitas peserta berupa Kartu Indonesia Sehat. Identitas peserta pling sedikit memuat nama, nomor identitas yang terintegrasi dengan NIK, kecuali untuk bayi baru lahir. Sehingga data dari peserta JKN -- Kis itu sendiri menjadi valid.

baca juga: Pasca Inpres Diteken Presiden, 34 Ribu Pendamping Desa Terdaftar Program Jamsostek

"Diharapkan peserta dapat berperan aktif untuk self checking, terhadap data kepesertaanya melalui layanan digital yang telah disediakan oleh BPJS Kesehatan. Layanan digital yang dimiliki BPJS Kesehatan meliputi Panduan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA), aplikasi Mobile JKN, Care Center 1500400, layanan CHIKA di nomor WhatsApp atau Telegram ke nomor 08118750400 dan Facebook Massengger serta Voice Interactive JKN (VIKA). Layanan online ini untuk mempermudah peserta dalam tata administrasi peserta," ujar Yessy.

Secara terpisah, Novrinda Asverdani salah satu peserta kegiatan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan sangat mendukung registrasi ulang tersebut.

baca juga: Jamin Kesejahteraan Seluruh Pekerja, Presiden Teken Inpres Perintahkan Seluruh Elemen Pemerintahan Dukung BPJAMSOSTEK

"Kami sangat mendukung dan membantu upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan peserta JKN -- KIS untuk memiliki data kepesertaan yang valid.Jika ditemukan data peserta yang tidak update belum terisi NIK, peserta yang status kepesertaannya dinonaktifkan sementata dapat kita bantu melalui BPJS SATU ( BPJS Siap Membantu) atau layanan digital online yang telah disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk update data," ujar Novrinda.

Editor: Khadijah