3 Tahun Berturut-Turut Pemkab Pasaman Konsisten Raih UHC Dan Lindungi Kesehatan Warganya

Bupati Pasaman Yusuf Lubis lakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan BPJS Kesehatan tentang Penyelenggaraan JKMP-Saiyo dalam rangka Universal Health Coverage Tahun 2021 yang turut disaksikan Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman Syafrudin, Rabu (23/12)
Bupati Pasaman Yusuf Lubis lakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan BPJS Kesehatan tentang Penyelenggaraan JKMP-Saiyo dalam rangka Universal Health Coverage Tahun 2021 yang turut disaksikan Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman Syafrudin, Rabu (23/12) (Ist)

KLIKPOSITIF -Bupati Kabupaten Pasaman Yusuf Lubis secara resmi melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan BPJS Kesehatan tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional Bagi Peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat Pasaman Saiyo (JKMP-Saiyo) dalam rangka Universal Health Coverage Tahun 2021 yang turut disaksikan Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman Syafrudin, Rabu (23/12).

Kerjasama integrasi JKMP-Saiyo Pemerintah Kabupaten Pasaman ke dalam Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini merupakan kerjasama tahun ke-3, dimana pada tahun 2021 mendatang, sebanyak lebih kurang 25 ribu jiwa penduduk Kabupaten Pasaman telah dijamin kepesertaannya lewat Program JKMP-Saiyo.

baca juga: APEKSI Dukung Pemerintah Wajibkan Pekerja Rentan, Pegawai Non ASN Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah Kabupaten Pasaman merupakan satu-satunya pemerintah kabupaten yang telah membuktikan dukungan dan komitmennya mewujudkan dan mencapai predikat Universal Health Coverage (UHC) sejak tahun 2019 di Provinsi Sumatera Barat yang telah mengintegrasikan program JKMP-Saiyo secara konsisten dan berkelanjutan ke dalam Program JKN-KIS.

"Sejak tahun 2019, Kabupaten Pasaman sudah mencapai predikat UHC dan kerjasama untuk tahun 2021 ini merupakan tahun ketiga berturut-turut sejak 2019, JKMP-Saiyo tetap mencapai predikat UHC," kata Yusuf Lubis.

baca juga: Pasca Inpres Diteken Presiden, 34 Ribu Pendamping Desa Terdaftar Program Jamsostek

Melalui Program JKMP-Saiyo yang terintegrasi dengan Program JKN-KIS ini, Bupati Pasaman berharap siapapun (warga Pasaman) yang menderita sakit tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan sehingga tidak ada warga Kabupaten Pasaman yang ditolak untuk berobat.

"Harapannya tentu pelayanan di fasilitas kesehatan mulai dari klinik, puskesmas hingga rumah sakit semakin bermutu dan mudah diakses serta dapat dibanggakan oleh semua elemen tak terkecuali pelayanan administrasi di BPJS Kesehatan sehingga pada akhirnya masyarakat Kabupaten Pasaman yang akan dimanjakan dengan pelayanan kesehatan secara komprehensif," harap orang nomor 1 di Kabupaten Pasaman ini.

baca juga: Jamin Kesejahteraan Seluruh Pekerja, Presiden Teken Inpres Perintahkan Seluruh Elemen Pemerintahan Dukung BPJAMSOSTEK

Dengan pelaksanaan Program JKMP-Saiyo ini dan disandingkan dengan segmen kepesertaan lainnya seperti Jaminan Kesehatan Sumbar Sehat (JKSS), Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Pekerja Penerima Upah (PPU) dan Bukan Pekerja (BP), maka berdasarkan data terakhir hingga Desember 2020 sebanyak 301.220 jiwa dari 311.602 jiwa penduduk Kabupaten Pasaman dengan persentase kepesertaan mencapai 96,67% penduduk Kabupaten Pasaman pun sudah dijamin oleh Program JKN- KIS.

"Kami sangat mengapresiasi komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam mengintegrasikan program JKMP-Saiyo ke dalam Program JKN-KIS. Kami berharap semangat dan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman ini dapat menjadi inspirasi serta motivasi bagi pemerintah kabupaten/kota lainnya yang sudah maupun belum bergabung dengan BPJS Kesehatan," ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi Yessy Rahimi.

baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Serahkan Santunan dengan Total Ratusan Juta Rupiah

Menurut Yessy, keberhasilan pelaksanaan program JKMP-Saiyo sangat bergantung pada peran Pemerintah Kabupaten Pasaman, khususnya dalam hal peningkatan kualitas dan layanan pada fasilitas kesehatan setempat sehingga berdampak pada kepuasan peserta. Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga akan terus melakukan sosialisasi dan pemberian informasi seputar JKN-KIS kepada seluruh stakeholder terkait sehingga dapat memberikan persepsi dan pemahaman yang sama tentang pelaksanaan Program JKN-KIS.

Dalam hal penyediaan layanan kesehatan, sampai dengan tanggal 23 Desember 2020, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 29 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se Kabupaten Pasaman yang terdiri atas 8 Dokter Praktik Perorangan, 1 klinik pratama, 2 klinik TNI/Polri 16 Puskesmas, 1 Praktik Dokter Gigi Mandiri dan 1 Rumah Sakit D Pratama. Selain itu, di tingkat Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 2 rumah sakit, 2 fasilitas kesehatan penunjang (optik) di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman.

Editor: Khadijah